Banjar ada di Sabah, asal dari Kalimantan Selatan, Indonesia. Sekitar 300.000 orang, banyak menyumbang ekonomi dan budaya, tapi kadang tidak dikenal orang lain.
Banjar datang ke Sabah abad 19-20 karena perdagangan, pertanian, dan kayu. Banyak menetap di Tawau dan Sandakan. Mereka bawa bahasa dan adat unik.
Bahasa Banjar digunakan di rumah dan kampung. Banyak kata untuk kehidupan harian tapi kurang untuk bisnis modern. Banyak belajar Melayu dan Inggris tapi arti asli hilang.
Budaya Banjar kaya, ada musik, tari, makanan seperti ketupat Banjar dan sambal tempoyak. Cerita dan adat diteruskan ke generasi muda.
Banjar aktif di bisnis, pertanian, dan pendidikan. Banyak jadi guru, pemimpin, dan pengusaha. Mereka menyeimbangkan tradisi dan kehidupan modern.
Bahasa Banjar makin jarang dipakai generasi muda. Kadang dikira “Melayu” oleh orang lain, sehingga identitas unik kurang dikenal.
Banjar berusaha menjaga bahasa dan adat. Media digital bantu menyebarkan budaya Banjar ke luar Sabah, ke seluruh Malaysia dan Indonesia.